Bupati Mhd. Fadhil Arief Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
BATANG HARI - Senin (01/06/2026) Pemerintah Kabupaten Batang Hari bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat, melaksanakan upacara gabungan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. Upacara yang berlangsung di Lapangan Alun-Alun Batang Hari ini, dipimpin langsung oleh Bupati Mhd. Fadhil Arief.
Dimana dalam prosesi upacara, para peserta
mulai dari jajaran Kepolisian, TNI, Kejaksaan, dan para pejabat maupun Aparatur
Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Daerah. beserta para pelajar maupun
para peserta dari berbagai instansi yang ada di Kabupaten Batang Hari, tampak
mengikuti upacara tersebut dengan khidmat.
Sementara pada kesempatan ini, Bupati Batang Hari Mhd.
Fadhil Arief mengatakan. Bahwa Pancasila merupakan ideologi Bangsa
Indonesia yang harus terus dipertahankan, agar keutuhan NKRI tetap terjaga.
“Ideologi Indonesia itu Pancasila, dan Pancasila ini
lahir dari kompromi dan mufakatnya para tokoh bangsa saat itu yang mewakili
seluruh elemen bangsa. Mereka berasal dari berbagai Suku, RAS dan Agama yang
ada di Indonesia,” kata Mhd. Fadhil Arief.
Disamping itu, orang nomor satu di Bumi Serentak Bak
Regam inipun juga menekankan
pentingnya menjadikan pancasila sebagai ideologi yang hidup
atau living ideology. Terlebih pancasila merupakan
sebuah konsep ideologi yang tidak hanya sekadar menjadi teks, dokumen sejarah, ataupun slogan semata. Akan tetapi juga menjadi pondasi pemahaman yang
tumbuh dan mengakar kuat dalam realitas keseharian di tengah masyarakat.
“Nilai-nilah ini yang harus terus kita rawat dan
pertahankan. Kita sangat meyakini bahwa pancasila masih sangat relevan. Tapi bagaimana
implementasinya bisa kita wujudkan di Negeri yang kita cintai ini,” ungkapnya.
Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief juga mengajak
seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan. Ia juga
berpesan kepada seluruh generasi muda, agar menjadikan pancasila sebagai jangkar moral
di tengah tantangan global dan disrupsi teknologi digital.
“Sentuhannya harus kekinian, bagaimana
generasi muda kita mengimplementasikan pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Bagimana
nilai toleransi, semangat kegotong royongan, semangat kebersamaan, dan rasa
musyawarahnya timbul kembali di anak-anak muda kita,” jelasnya.
Selanjutnya, Bupati juga menghimbau para
generasi muda harus bisa mengedepankan nilai-nilai pancasila untuk menolak segala bentuk intoleransi, radikalisme, dan penyebaran berita bohong yang dapat merusak keharmonisan dan
keutuhan berbangsa. (*)