Pemkab Batang Hari Kejar Status Cagar Budaya Nasional untuk Benteng dan Pasar Kota Lama Tembesi
BATANG HARI - Pemerintah Kabupaten Batang Hari mulai mematangkan rencana pembangunan museum sejarah daerah. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mendorong penguatan dan revitalisasi kawasan bersejarah, termasuk Benteng Tembesi dan Pasar Kota Lama Tembesi.
Upaya tersebut dibahas Wakil Bupati Batang Hari, H. Bakhtiar, saat
melakukan audiensi dengan Direktur Warisan Sejarah Kementerian Kebudayaan RI,
Agus Widiatmoko, pada Rabu (23/9/2026).
Pertemuan itu menjadi tindak lanjut dari pembahasan sebelumnya antara
Pemerintah Kabupaten Batang Hari dan Kementerian Kebudayaan RI terkait
pengembangan kawasan cagar budaya di daerah.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah percepatan peningkatan
status Pasar Kota Lama Tembesi agar dapat diusulkan dan ditetapkan sebagai
Cagar Budaya tingkat nasional.
Direktur Warisan Sejarah Kementerian Kebudayaan RI, Agus Widiatmoko,
menekankan pentingnya pemenuhan tahapan administratif dan teknis untuk
merealisasikan rencana tersebut.
Pemkab Batang Hari berharap pemerintah pusat dapat memberikan
pendampingan, terutama dalam penyusunan dokumen kajian, proses pengusulan
status cagar budaya, hingga penyusunan perencanaan revitalisasi kawasan.
Rencana pembangunan museum sejarah daerah nantinya tidak hanya berfokus
pada pembangunan fisik museum.
Pemkab Batang Hari ingin keberadaan museum memiliki keterkaitan langsung
dengan kawasan-kawasan bersejarah yang telah direvitalisasi. Konsep tersebut
diharapkan dapat menjadikan kawasan cagar budaya sebagai ruang edukasi
sekaligus sarana pelestarian sejarah daerah.
Dengan konsep itu, museum sejarah tidak berdiri sendiri, melainkan
menjadi bagian dari pengembangan kawasan bersejarah di Kabupaten Batang Hari.
Pemerintah daerah selanjutnya akan menjalani sejumlah tahapan, mulai
dari penyusunan kajian dan dokumen administratif, pengusulan serta penetapan
status cagar budaya, hingga perencanaan revitalisasi kawasan.
Pemkab Batang Hari berharap seluruh tahapan tersebut dapat dilakukan
secara bertahap dengan dukungan dan pendampingan dari pemerintah pusat,
sehingga rencana pembangunan museum sejarah daerah dapat direalisasikan.