Lahan Makin Terbatas, Bupati Batang Hari Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas Perkebunan
BATANG HARI – Pemerintah Kabupaten Batang Hari mendorong peningkatan produktivitas sektor perkebunan di tengah semakin terbatasnya ketersediaan lahan dan menyempitnya kepemilikan lahan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Batang Hari
Muhammad Fadhil Arief saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Pembangunan
Perkebunan (Rakortekbangbun) Kabupaten Batang Hari Tahun 2026, Senin
(10/8/2026).
Fadhil mengatakan, peningkatan produksi
perkebunan ke depan tidak lagi dapat hanya mengandalkan penambahan luas lahan.
Menurutnya, petani harus mampu mengoptimalkan lahan yang sudah ada dengan
meningkatkan produktivitas melalui penerapan ilmu pengetahuan dan pengelolaan
perkebunan yang lebih efisien.
“Produksi perkebunan kita saat ini memang
sudah meningkat, tetapi belum optimal. Luas lahan makin hari makin terbatas dan
kepemilikannya kian menyempit,” kata Fadhil.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut menunjukkan
masih adanya kesenjangan antara luas lahan perkebunan dan hasil produksi yang
diperoleh. Karena itu, peningkatan kapasitas dan pengetahuan petani dinilai
menjadi salah satu kunci untuk mengoptimalkan hasil perkebunan.
Fadhil berharap Rakortekbangbun tidak sekadar
menjadi forum koordinasi pemerintah, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi
petani, perusahaan, dan koperasi untuk saling bertukar pengetahuan, berbagi
pengalaman, serta mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi
sektor perkebunan.
“Bagaimana dengan keterbatasan lahan kita
tetap bisa menghasilkan produksi yang optimal. Caranya tentu dengan ilmu pengetahuan
dan saling berbagi pengalaman,” ujarnya.
Selain produktivitas, Fadhil turut menyoroti
pemanfaatan pupuk bersubsidi. Ia menegaskan bahwa pupuk bersubsidi harus
diprioritaskan untuk tanaman pangan sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan
pangan daerah.
Sementara itu, petani kelapa sawit dan
tanaman keras didorong untuk mencari alternatif pemupukan, salah satunya dengan
memanfaatkan dan memproduksi pupuk organik secara mandiri.