Headline

Selasa, 11 Agustus 2026

Lahan Makin Terbatas, Bupati Batang Hari Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas Perkebunan

BATANG HARI – Pemerintah Kabupaten Batang Hari mendorong peningkatan produktivitas sektor perkebunan di tengah semakin terbatasnya ketersediaan lahan dan menyempitnya kepemilikan lahan masyarakat.

 

Hal tersebut disampaikan Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Pembangunan Perkebunan (Rakortekbangbun) Kabupaten Batang Hari Tahun 2026, Senin (10/8/2026).

 

Fadhil mengatakan, peningkatan produksi perkebunan ke depan tidak lagi dapat hanya mengandalkan penambahan luas lahan. Menurutnya, petani harus mampu mengoptimalkan lahan yang sudah ada dengan meningkatkan produktivitas melalui penerapan ilmu pengetahuan dan pengelolaan perkebunan yang lebih efisien.

 

“Produksi perkebunan kita saat ini memang sudah meningkat, tetapi belum optimal. Luas lahan makin hari makin terbatas dan kepemilikannya kian menyempit,” kata Fadhil.

 

Ia menjelaskan, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara luas lahan perkebunan dan hasil produksi yang diperoleh. Karena itu, peningkatan kapasitas dan pengetahuan petani dinilai menjadi salah satu kunci untuk mengoptimalkan hasil perkebunan.

 

Fadhil berharap Rakortekbangbun tidak sekadar menjadi forum koordinasi pemerintah, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi petani, perusahaan, dan koperasi untuk saling bertukar pengetahuan, berbagi pengalaman, serta mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi sektor perkebunan.

 

“Bagaimana dengan keterbatasan lahan kita tetap bisa menghasilkan produksi yang optimal. Caranya tentu dengan ilmu pengetahuan dan saling berbagi pengalaman,” ujarnya.

 

Selain produktivitas, Fadhil turut menyoroti pemanfaatan pupuk bersubsidi. Ia menegaskan bahwa pupuk bersubsidi harus diprioritaskan untuk tanaman pangan sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan daerah.

 

Sementara itu, petani kelapa sawit dan tanaman keras didorong untuk mencari alternatif pemupukan, salah satunya dengan memanfaatkan dan memproduksi pupuk organik secara mandiri.

 

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap pupuk bersubsidi sekaligus meningkatkan efisiensi biaya produksi dan menjaga keberlanjutan usaha perkebunan di Kabupaten Batang Hari.