Hadiri Hari Santri Nasional 2026, Bupati Fadhil Arief Ajak Santri Percaya Diri dan Berprestasi
BATANG HARI – Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief, menghadiri peringatan
Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kabupaten Batang Hari yang berlangsung
di Pondok Pesantren Irsyadul Ibad, Desa Simpang Kubu Kandang, Kecamatan
Pemayung, Kamis (29/10/2026).
Peringatan yang berlangsung
khidmat dan penuh kebersamaan tersebut dihadiri lebih dari 2.500 orang, terdiri
atas unsur pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh agama, pimpinan pondok
pesantren, santriwan-santriwati, serta masyarakat.
Turut hadir Sekretaris Daerah
Batang Hari Mula P. Rambe, Wakapolres Batang Hari Kompol Dedi Kurniawan Susilo,
perwakilan Kejaksaan Negeri, Kepala Kantor Kementerian Agama Batang Hari, Ketua
Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta sejumlah kepala organisasi perangkat
daerah (OPD) terkait. Hadir pula pimpinan 45 pondok pesantren se-Kabupaten
Batang Hari.
Dalam sambutannya, Bupati
Muhammad Fadhil Arief menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri Nasional bukan
sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan
para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Ia mengajak seluruh santri untuk
meneladani semangat perjuangan para ulama dengan terus meningkatkan keimanan,
memperdalam ilmu pengetahuan, serta menjaga akhlak dan nilai-nilai kebangsaan.
Fadhil juga berpesan agar para
santri tidak pernah merasa rendah diri dengan identitasnya sebagai santri.
Sebaliknya, mereka harus memiliki kepercayaan diri, wawasan luas, serta
semangat untuk meraih prestasi dan mengambil peran dalam berbagai bidang
kehidupan.
"Jangan pernah merasa rendah
diri menjadi santri. Jadilah santri yang percaya diri, berprestasi, berwawasan
luas, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat," pesannya.
Menurut Fadhil, santri memiliki
kesempatan yang sama untuk berkiprah di berbagai bidang profesi. Tidak hanya
menjadi ulama atau pendidik, tetapi juga dapat menjadi pemimpin, pengusaha,
profesional, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa.
Ia juga mengingatkan para santri
agar memanfaatkan masa pendidikan di pondok pesantren dengan sebaik-baiknya,
menghormati guru, mematuhi nasihat orang tua, tekun menuntut ilmu, serta
menjadikan akhlak mulia sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Hari Santri Nasional
tahun ini mengusung tema nasional "Santri Menguatkan Negeri Menuju
Indonesia Emas". Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Batang Hari
mengangkat tema "Santri Berdaya, Generasi SuPer Tangguh Terwujud".
Tema tersebut menjadi pengingat
bahwa santri tidak hanya dituntut memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi
juga harus mandiri, adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki wawasan
luas, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Pemerintah Kabupaten Batang Hari,
lanjut Fadhil, berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap perkembangan
pondok pesantren dan pendidikan keagamaan sebagai bagian dari upaya membangun
sumber daya manusia yang berkarakter dan berkualitas.
Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026,
diharapkan lahir generasi santri yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, serta
mampu menjadi bagian penting dalam mewujudkan kemajuan Kabupaten Batang Hari
dan Indonesia di masa mendatang.
