Cegah Geng Motor Berujung Kriminal, Pemkab Batang Hari Siapkan Rencana Aksi Libatkan Polisi hingga Orang Tua
BATANG HARI – Pemerintah Kabupaten Batang Hari akan menyusun rencana aksi bersama berbagai pihak untuk mencegah maraknya aktivitas geng motor yang berpotensi mengarah pada tindakan kriminal. Langkah tersebut akan melibatkan kepolisian, Dinas Pendidikan, sekolah, hingga orang tua.
Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief,
mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar rapat koordinasi guna
menyusun strategi pembinaan bagi kalangan remaja. Menurutnya, pembinaan harus
dilakukan secara kolaboratif agar anak-anak muda memiliki lingkungan pergaulan
yang sehat dan kegiatan yang positif.
“Remaja pada dasarnya membutuhkan komunitas dan teman sebaya. Yang harus kita
bangun adalah pemahaman agar mereka bergabung dalam komunitas yang memberikan
manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” ujar Fadhil.
Ia menegaskan, keberadaan geng motor tidak
selalu identik dengan aksi balap liar. Sebagian kelompok hanya menjadikan
kendaraan sebagai sarana berkumpul dan bersosialisasi. Namun, persoalan muncul
ketika aktivitas tersebut berkembang menjadi tindakan yang melanggar hukum.
Karena itu, Pemkab Batang Hari akan
menggandeng Dinas Pendidikan dan pihak sekolah untuk memperkuat pembinaan
kepada para pelajar. Di sisi lain, orang tua juga diharapkan lebih aktif
mengawasi pergaulan anak-anak, terutama jika mulai bergabung dengan kelompok
yang belum memiliki kegiatan atau tujuan yang jelas.
Selain upaya pembinaan, pemerintah daerah
juga akan memfasilitasi minat generasi muda di bidang otomotif melalui kegiatan
yang lebih terarah. Salah satunya dengan menggelar event otomotif dua hingga
tiga kali dalam setahun, serta memanfaatkan lintasan di depan Kantor KONI
Batang Hari sebagai lokasi latihan, meski fasilitas yang tersedia masih
terbatas.
Fadhil menilai pembangunan sirkuit balap
bukanlah solusi utama untuk mengatasi persoalan geng motor. Menurutnya, yang
lebih penting adalah membangun karakter generasi muda serta memberikan
pemahaman tentang cara berinteraksi, berkumpul, dan menyalurkan hobi secara
positif tanpa melanggar hukum.
“Dengan pembinaan yang tepat, kita berharap
anak-anak muda memiliki wadah yang positif untuk berkarya dan menyalurkan
minatnya, sehingga tidak terjerumus ke dalam aktivitas yang berpotensi
menimbulkan tindak kriminal,” tegasnya.