Headline

Jumat, 24 Juli 2026

Cegah Geng Motor Berujung Kriminal, Pemkab Batang Hari Siapkan Rencana Aksi Libatkan Polisi hingga Orang Tua

BATANG HARI – Pemerintah Kabupaten Batang Hari akan menyusun rencana aksi bersama berbagai pihak untuk mencegah maraknya aktivitas geng motor yang berpotensi mengarah pada tindakan kriminal. Langkah tersebut akan melibatkan kepolisian, Dinas Pendidikan, sekolah, hingga orang tua.

 

Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief, mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar rapat koordinasi guna menyusun strategi pembinaan bagi kalangan remaja. Menurutnya, pembinaan harus dilakukan secara kolaboratif agar anak-anak muda memiliki lingkungan pergaulan yang sehat dan kegiatan yang positif.


“Remaja pada dasarnya membutuhkan komunitas dan teman sebaya. Yang harus kita bangun adalah pemahaman agar mereka bergabung dalam komunitas yang memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” ujar Fadhil.

 

Ia menegaskan, keberadaan geng motor tidak selalu identik dengan aksi balap liar. Sebagian kelompok hanya menjadikan kendaraan sebagai sarana berkumpul dan bersosialisasi. Namun, persoalan muncul ketika aktivitas tersebut berkembang menjadi tindakan yang melanggar hukum.

 

Karena itu, Pemkab Batang Hari akan menggandeng Dinas Pendidikan dan pihak sekolah untuk memperkuat pembinaan kepada para pelajar. Di sisi lain, orang tua juga diharapkan lebih aktif mengawasi pergaulan anak-anak, terutama jika mulai bergabung dengan kelompok yang belum memiliki kegiatan atau tujuan yang jelas.

 

Selain upaya pembinaan, pemerintah daerah juga akan memfasilitasi minat generasi muda di bidang otomotif melalui kegiatan yang lebih terarah. Salah satunya dengan menggelar event otomotif dua hingga tiga kali dalam setahun, serta memanfaatkan lintasan di depan Kantor KONI Batang Hari sebagai lokasi latihan, meski fasilitas yang tersedia masih terbatas.

 

Fadhil menilai pembangunan sirkuit balap bukanlah solusi utama untuk mengatasi persoalan geng motor. Menurutnya, yang lebih penting adalah membangun karakter generasi muda serta memberikan pemahaman tentang cara berinteraksi, berkumpul, dan menyalurkan hobi secara positif tanpa melanggar hukum.

 

“Dengan pembinaan yang tepat, kita berharap anak-anak muda memiliki wadah yang positif untuk berkarya dan menyalurkan minatnya, sehingga tidak terjerumus ke dalam aktivitas yang berpotensi menimbulkan tindak kriminal,” tegasnya.