Headline

Selasa, 11 Agustus 2026

Integrasikan Pertanian dan Peternakan, Pemkab Batang Hari Dorong Produktivitas Kebun Tanpa Perluas Lahan

BATANG HARI — Pemerintah Kabupaten Batang Hari terus mencari strategi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan masyarakat di tengah keterbatasan lahan. Salah satu langkah yang didorong adalah mengintegrasikan sektor pertanian dan peternakan di kawasan perkebunan rakyat.


Kolaborasi antara Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura dengan Dinas Peternakan dan Perikanan diarahkan untuk mengoptimalkan berbagai potensi yang tersedia di sekitar perkebunan, termasuk pemanfaatan sumber pakan ternak.

 

Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief mengatakan, perkebunan masyarakat tidak hanya harus menghasilkan komoditas utama, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai sumber pendapatan tambahan melalui usaha yang terintegrasi.

 

“Kita sedang mengolaborasikan Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan agar para petani memahami ada potensi dan rezeki lain di sekitar kebun mereka yang bisa dimaksimalkan,” tutur Fadhil.

 

Menurutnya, strategi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani tanpa harus selalu mengandalkan pembukaan atau perluasan lahan baru.

 

“Selain integrasi sektor pertanian dan peternakan, kita juga terus berupaya menjalankan sejumlah program pembangunan perkebunan. Salah satunya pembangunan jaringan jalan produksi perkebunan sepanjang 5.900 meter untuk Kelompok Tani (Poktan) Surya Makmur di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Mersam,” ungkapnya.

 

Tak hanya itu, Bupati Mhd. Fadhil Arief juga mengaku bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia turut menjadi perhatian pemerintah daerah. Sepanjang periode 2024–2025, pelatihan bagi petani pekebun telah diikuti 498 orang.

 

“Sementara di tahun 2026 ini, Pemkab Batang Hari menargetkan pelatihan bagi 330 orang. Hingga Agustus 2026, sebanyak 129 orang telah mengikuti pelatihan dengan sejumlah materi, di antaranya pembuatan pupuk organik dan pemetaan,” paparnya.

 

Sehingga dalam upaya ini, lanjutnya, dukungan terhadap generasi muda di sektor perkebunan turut diberikan melalui Program Beasiswa Sawit. Pada periode 2024–2025, sebanyak 29 orang telah menerima beasiswa.

 

“Pada 2026, sebanyak 39 orang juga telah mendapatkan rekomendasi dan kini masih menjalani proses verifikasi oleh tim pusat. Di sisi tata kelola perusahaan perkebunan, Pemkab Batang Hari menargetkan pelaksanaan Penilaian Usaha Perkebunan (PUP) terhadap tiga perusahaan pada 2026,”kata Bupati Mhd. Fadhil Arief.

 

Kemudian, dari total 9 perusahaan yang wajib melaksanakan PUP, pemerintah daerah juga terus mendorong pemenuhan kewajiban pembangunan kebun masyarakat sebesar 20 persen. Selain itu, Pemkab Batang Hari turut memfasilitasi penanganan konflik usaha perkebunan yang melibatkan empat perusahaan.

 

Melalui penguatan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, peningkatan efisiensi pengelolaan, pemanfaatan potensi lokal, serta kolaborasi lintas sektor, Pemkab Batang Hari menargetkan sektor perkebunan dapat memberikan hasil yang lebih optimal bagi masyarakat.

 

Strategi tersebut sekaligus menjadi upaya menjawab tantangan keterbatasan lahan dengan meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi dari lahan yang sudah tersedia, bukan semata-mata melalui perluasan areal perkebunan. (Ris)