Integrasikan Pertanian dan Peternakan, Pemkab Batang Hari Dorong Produktivitas Kebun Tanpa Perluas Lahan
BATANG HARI — Pemerintah Kabupaten Batang Hari terus mencari strategi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan masyarakat di tengah keterbatasan lahan. Salah satu langkah yang didorong adalah mengintegrasikan sektor pertanian dan peternakan di kawasan perkebunan rakyat.
Kolaborasi antara Dinas Tanaman Pangan dan
Hortikultura dengan Dinas Peternakan dan Perikanan diarahkan untuk
mengoptimalkan berbagai potensi yang tersedia di sekitar perkebunan, termasuk
pemanfaatan sumber pakan ternak.
Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief
mengatakan, perkebunan masyarakat tidak hanya harus menghasilkan komoditas
utama, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai sumber pendapatan tambahan
melalui usaha yang terintegrasi.
“Kita sedang mengolaborasikan Dinas Pertanian
dan Dinas Peternakan agar para petani memahami ada potensi dan rezeki lain di
sekitar kebun mereka yang bisa dimaksimalkan,” tutur Fadhil.
Menurutnya, strategi tersebut menjadi bagian
dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani tanpa harus
selalu mengandalkan pembukaan atau perluasan lahan baru.
“Selain integrasi sektor pertanian dan
peternakan, kita juga terus berupaya menjalankan sejumlah program pembangunan
perkebunan. Salah satunya pembangunan jaringan jalan produksi perkebunan
sepanjang 5.900 meter untuk Kelompok Tani (Poktan) Surya Makmur di Desa Bukit
Harapan, Kecamatan Mersam,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Bupati Mhd. Fadhil Arief juga mengaku
bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia turut menjadi perhatian
pemerintah daerah. Sepanjang periode 2024–2025, pelatihan bagi petani pekebun
telah diikuti 498 orang.
“Sementara di tahun 2026 ini, Pemkab Batang
Hari menargetkan pelatihan bagi 330 orang. Hingga Agustus 2026, sebanyak 129
orang telah mengikuti pelatihan dengan sejumlah materi, di antaranya pembuatan
pupuk organik dan pemetaan,” paparnya.
Sehingga dalam upaya ini, lanjutnya, dukungan
terhadap generasi muda di sektor perkebunan turut diberikan melalui Program
Beasiswa Sawit. Pada periode 2024–2025, sebanyak 29 orang telah menerima
beasiswa.
“Pada 2026, sebanyak 39 orang juga telah
mendapatkan rekomendasi dan kini masih menjalani proses verifikasi oleh tim
pusat. Di sisi tata kelola perusahaan perkebunan, Pemkab Batang Hari
menargetkan pelaksanaan Penilaian Usaha Perkebunan (PUP) terhadap tiga
perusahaan pada 2026,”kata Bupati Mhd. Fadhil Arief.
Kemudian, dari total 9 perusahaan yang wajib
melaksanakan PUP, pemerintah daerah juga terus mendorong pemenuhan kewajiban
pembangunan kebun masyarakat sebesar 20 persen. Selain itu, Pemkab Batang Hari
turut memfasilitasi penanganan konflik usaha perkebunan yang melibatkan empat
perusahaan.
Melalui penguatan sumber daya manusia,
pembangunan infrastruktur, peningkatan efisiensi pengelolaan, pemanfaatan
potensi lokal, serta kolaborasi lintas sektor, Pemkab Batang Hari menargetkan
sektor perkebunan dapat memberikan hasil yang lebih optimal bagi masyarakat.
Strategi tersebut sekaligus menjadi upaya
menjawab tantangan keterbatasan lahan dengan meningkatkan produktivitas dan
nilai ekonomi dari lahan yang sudah tersedia, bukan semata-mata melalui
perluasan areal perkebunan. (Ris)