Rabu, 18 Mei 2022

Pikir Nasib Petani, DPRD Batanghari Gelar RDP dan Teruskan ke Presiden


KATABERITA.CO.ID,BATANGHARI -
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batanghari menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait persoalan anjloknya harga sawit. RDP ini DPRD Kabupaten Batanghari mengundang Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang ada di Kabupaten Batanghari, Pihak Koperasi yang mewakili para Petani Sawit. Rabu (18/05).

Rapat Dengar Pendapat ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua I M.Jaafar,SH, Wakil Ketua II Ilhamuddin, Pimpinan Komisi, Sekretaris Daerah M.Azan, Sekretaris Dewan (Sekwan) M.Ali,SE anggota DPRD, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait.

Wakil Ketua I M.Jaafar mengatakan bahwa Rapat Dengar Pendapat ini merupakan bentuk bagian dari keprihatinan dan kepedulian kepada masyarakat khususnya para petani sawit.

"Hari ini kita menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama OPD Teknis, Pabrik Kelapa Sawit, dan pihak Koperasi perwakilan dari kecamatan,"ujar Jaafar.

RDP Kali ini Kata Jaafar untuk menyuarakan aspirasi masyarakat Kabupaten Batanghari khususnya petani sawit soal anjloknya harga sawit dan bersama - sama mencari solusinya.

"Kita sudah mendengar saran dan masukan dari para perwakilan koperasi dan OPD Teknis, dan PKS yang hadir, kita semua sepakat bahwa meminta pemerintah pusat dalam hal ini presiden untuk mencabut larangan ekspor CPO tersebut,"tegas Jaafar.

Sementara itu Wakil Ketua II Ilhamuddin juga memaparkan bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk mendorong kepada Pemerintah Pusat untuk mencabut larangan ekspor CPO ini. Ia juga meminta perusahaan juga turut mensupport.

"Disini kami meminta para perusahaan juga mensupport dan mendukung untuk mencabut larangan ekspor CPO ini, dan ini harus kita sampaikanlah kepada pemerintah pusat,"ungkapnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah M.Azan,SH menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Batanghari akan terus berupaya, meskipun kebijakan ada di Pemerintah Pusat.

"Kita akan terus berupaya, berjuang bersama, dan mendengar aspirasi dari para petani sawit,"Pungkasnya.(sep/adv)